Projekt
Pandangan dan kesiapan guru PAI-BP terhadap penggunaan artificial intelligence
Kecerdasan buatan semakin berkembang dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP), penggunaan AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga menimbulkan tantangan terkait kesiapan guru dalam mengadopsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengana…
Kecerdasan buatan semakin berkembang dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP), penggunaan AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga menimbulkan tantangan terkait kesiapan guru dalam mengadopsinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan dan kesiapan guru PAI-BP terhadap penggunaan AI serta hubungan di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi yang diperkuat dengan data kualitatif melalui wawancara. Data dikumpulkan melalui angket daring yang diisi oleh 161 guru PAI-BP dari berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Instrumen penelitian meliputi dua variabel utama: pandangan guru terhadap AI (keinginan menggunakan AI, sikap terhadap AI, ekspektasi profesional, dan pengalaman pribadi) serta kesiapan guru dalam menggunakannya (dimensi pemahaman, kemampuan, visi, dan etika). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, pandangan guru terhadap AI berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 3,93 (79%). Guru memiliki sikap positif terhadap AI dan optimis akan manfaatnya dalam pembelajaran. Namun, pengalaman langsung guru dalam menggunakan AI masih terbatas. Sementara itu, kesiapan guru dalam mengadopsi AI juga tinggi dengan skor rata-rata 3,74 (75%). Dimensi etika menunjukkan skor tertinggi, mengindikasikan kesadaran guru terhadap implikasi moral penggunaan AI. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pandangan guru terhadap AI dengan kesiapan mereka dalam menggunakannya (r = 0,718; p (0,000) < 0,01). Artinya, semakin tinggi pandangan guru terhadap AI, maka semakin tinggi kemungkinan mereka siap mengadopsi teknologi AI dalam pembelajaran. Temuan wawancara menguatkan bahwa guru mendukung penggunaan AI selama sejalan dengan prinsip-prinsip Islam dan tidak menggantikan peran nilai dalam pendidikan.